Rabu 16 Okober 2019 – FIK mengadakan rapat koordinasi persiapan UTS semester gasal tahun 2019/2020. Rapat ini dihadiri jajaran dekanat, semua kaprodi dan seprodi serta tendik di ruang seminar pukul 13.00.Rapat dimulai dengan sambutan Dekan FIK Dr. Mutalazimah, S.KM., M.Kes, yang menegaskan akan membuat kebijakan pembatalan nilai mata kuliah bagi mahasiswa yang ketahuan mencontek ketika ujian. Selanjutnya Wakil Dekan 1 Irdawati, S.Kep, Ns., M.Si.Med, menyampaikan agenda materi yang akan dibahas. Yakni laporan persiapan uts masing-masing prodi, sosialisasi satgas ujian dan penanggung jawab, serta penggunaan ruangan.

Pada agenda pertama masing-masing prodi menyampaikan laporannya. Dimulai dari Prodi Fisioterapi yang disampaikan Bu Isnaeni menyampaikan jadwal uts sudah disusun mulai dari tanggal 21-31 Oktober 2019. Soal sudah masuk sekitar 70% dan telah direview pada hari ini. Prodi Fisioterapi jadwal uts mulai 21 Oktober 2019 – 02 November 2019. Praktikum Osca Fisioterapi dilaksanakan di ruang lab dalam waktu 2 minggu. Prodi Kesmas soal telah masuk sekitar 89% dan rapat persiapan uts di tingkat prodi akan dilaksanakan besok hari kamis. Prodi Ilmu Gizi jadwal uts 2 minggu penuh. Untuk semester 7 akan diadakan di minggu ke 2. Sedangkan soal untuk prodi ilmu gizi belum lengkap namun untuk hari pertama dan kedua sudah siap. Selanjutnya bu Irdawati menambahkan kelas internasional meskipun kuliahnya di ruang siti walidah namun ujian uts akan dilaksanakan di RD 103.

Di materi kedua dibentuk panitia satgas dan pengawas ujian uts semester gasal tahun 2019/2020. Terdapat sedikit perubahan panitia khususnya di tugas yang dulu di laksanakan pak Sumardi dialihkan ke Mbak Otami dan Pak Supriyadi kepada Mbak Fitrilia Ayu. Serta tugas mengupload soal tahun ini sudah ditiadakan sehingga tugas Mas Khalid Qeis dialihkan menjadi distribusi soal dan penataan ruangan.

Selain itu dibahas juga ada fenomena mahasiswa yang tidak ikut ujian dengan alasan yang tidak lazim seperti bangun kesiangan, ban bocor, lupa jadwal, dan lain-lain. Untuk mahasiswa yang izin seperti hal tersebut akan dibuatkan SK ketidakhadiran dimana mahasiswa tersebut akan mengikuti ujian susulan dengan membayar biaya soal sendiri karena akan dibuatkan soal baru. Sedangkan untuk mahasiswa yang izin sakit harus menyertakan surat izin dokter minimal tingkat puskesmas dan tidak boleh dari MMC. Serta mahasiswa yang meninggal anggota keluarganya harus menyertakan surat lelayu yang ditanda tangani keluarganya. Untuk kasus mahasiswa izin sakit dan meninggal keluarganya tidak dikenai biaya pembuatan soal karena akan tetap mengikuti ujian susulan dengan soal yang sama. Untuk jadwal KKN-IPE juga telah disepakati akan diadakan tanggal 12 Juli 2020-01 Agustus 2020.

 

Tags: , , , , ,