Fakultas Ilmu Kesehatan

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
1311846831_thumbs_600x200
fisio copy
gizi copy
keperawatan copy
kesmas copy

Beranda

Gunawan Setiyadi dan Triyoko Septio Marja

E-mail Print PDF

ABSTRAK

 PENGARUH VARIASI KONSENTRASI HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE SEBAGAI BAHAN PENGIKAT DAN MANITOL SEBAGAI BAHAN PENGISI TERHADAP SIFAT FISIK DAN RESPON RASA TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK TANAMAN CEPLUKAN (Physalis angulata L.)

 Gunawan Setiyadi dan Triyoko Septio Marja

Penelitian terdahulu tentang tablet effervescent ekstrak tanaman ceplukan (Physalis angulata L.) menggunakan bahan pengikat PVP dan bahan pengisi laktosa diperoleh kerapuhan tablet yang cukup rendah dan persentase respon rasa oleh responden menunjukan bahwa rasa masih cukup pahit,hal ini mendorong perlu adanya perbaikan dari segi bahan pengikat dan bahan pengisi. Hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) merupakan bahan pengikat yang dapat larut air dan menghasilkan tablet yang lebih keras jika dibandingkan dengan PVP, sedangkan manitol merupakan bahan pengisi yang memepunyai rasa manis. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan tanaman ceplukan pada sediaan tablet effervescent dengan memfokuskan pada pengaruh variasi konsentrasi Hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) sebagai bahan pengikat dan manitol sebagai bahan pengisi terhadap sifat fisik dan respon rasa.

Pembuatan ekstrak tanaman ceplukan dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 70% sebagai cairan penyari. Tablet effervescent dibuat dengan menggunakan metode granulasi basah, dan diformulasikan sebanyak 5 formula. Variasi konsentrasi HPMC dan manitol pada formula I yaitu 1% HPMC : 27% manitol, formula II yaitu 2% HPMC : 26% manitol, formula III yaitu 3% HPMC : 25% manitol, formula IV 4% HPMC : 24% dan formula V yaitu 5% HPMC : 23% manitol. Setiap formula diuji sifat fisik granul yang meliputi waktu alir, sudut diam dan pengetapan. Selain itu diuji sifat fisik tablet effervescent yang meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu larut serta respon rasanya. Analisis data dilakukan secara teoritis dan statistik menggunakan uji ANAVA satu jalan dilanjutkan dengan uji t- Scheff dengan taraf kepercayaan 95% serta uji korelasi regresi.

Hasil penelitian menunjukan sifat fisik tablet (keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu larut) memenuhi persyaratan yang ada kecuali kerapuhan dan waktu larut pada suhu 10°C. Pada Formula III dengan konsentrasi HPMC 3% dan manitol 25% menghasilkan tablet dengan sifat fisik yang terbaik. Rasa tablet effervescent ekstrak tanaman ceplukan yang termanis dan penerimaan responden yang tertinggi pada formula I dengan konsentrasi HPMC 1% dan manitol 27%.

Kata kunci : tablet effervescent, Hydroxypropyl  Methylcellulose (HPMC), manitol.