Rapat Koordinasi RUPPS 2019

Senin,02 September 2019 – Fakultas Ilmu Kesehatan UMS mengadakan Rapat Koordinasi RUPPS pada pukul 09.00 wib. Rapat dihadri jajaran dekanat FIK dan para ketua program studi (kaprodi).

Dalam penyampaian materi oleh Dekan FIK UMS Dr. Mutalazimah, S.KM., M.Kes. menjelaskan terdapat beberapa perubahan paradigma RUPPS FIK yang meliputi perubahan dokumen kerja (9 kriteria), peningkatan perguruan tinggi serta kebijakan universitas / LJM (IKU dan KPI). Terjadi juga perubahan indikator dan bobot dalam klasterisasi 2019.

Didalam RUPPS terdapat beberapa kategori yaitu penguatan kelembagaan yang berupa penguatan kapasitas dan kapabilitas lembaga, kegiatan rutin (IKU). Dan pengembangan kelembagaan berupa program unggulan serta pencapaian KPI. Dekan FIK juga menyoroti tentang perhitungan KPI di FIK yang belum ada prodi masuk ke tingkat internasional. Juga terdapat 4 visitting profesor yakni setiap dosen yang keluar negeri sebagai pembicaraan dapat dijadikan sebagai diskusi untuk meningkatkan KPI. Selain itu memberi dekan FIK juga mengatakan perlunya memberi masukan ke LJM dan KPM supaya lebih cermat dalam menghitung KPI.

Setelah Dekan FIK selesai menyampaikan materi, beberapa kaprodi memberikan tanggapan dan masukan. Diantaranya Kaprodi Keperawatan yang memberikan saran setiap kunjungan ke luar negeri sebagai pembicara dapat dimasukkan dalam perhitungan KPI. Selain itu beliau juga memberi saran untuk dapat menggunakan anggaran tahun ini bisa digunakan untuk membeli alat-alat lab yang membutuhkan dana besar, kemudian bergiliran dengan prodi lain setiap 4 tahun sekali.

Seprodi II  Fisioterapi, Farid Rahman, S.St.Ft., M.OR juga memberikan saran untuk dapat menelusuri setiap angkatan yang memiliki prestasi dalam kejuaraan lomba maupun atlet yang dilakukan setiap 3 bulan sekali. Sehingga perlu adanya aturan yang membuat mahasiswa mau melaporan prestasinya tidak hanya ketika menyerahkan surat izin ingin mengikuti lomba saja. Selain itu Bu Sulastri juga memberikan saran perlu adanya laboratorium CBT UKOM sendiri karena jika menggunakan CBT Fakultas Kedokteran terkadang jadwalnya padat dan sudah terpakai fakultas lain.

Dekan FIK juga menambahkan beberapa penekanan diantaranya rapat tinjauan akademik pada semua kaprodi harus berbunyi Indeks Publikasi Seminar Ilmiah. Penguatan pengembangan rutin terdiri dari rapat, WS instrument, alat laboratorium, WS OBE, WS Riset, PkM, dokumen SPMI, klinik publikasi dan HAKI, WS tendik. Dalam PkM, setiap dosen harus mempunyai roadmap. d. publikasi dan HAKI harus sampai pendaftarannya, diusahakan pengalihan ke dekan, tidak ke LPPK. Pengembangan fakultas, program unggulan pencapaian KPI terdiri dari visiting professor, laboratorium CBT UKOM, akreditasi internasional, perolehan dana riset, student mobility, sertifikat laboratorium, upgrade kualifikasi dosen, dan upgrade kapasitas dosen. KPI prodi, programnya di rencanakan sendiri oleh prodi kemudian akan dipresentasikan oleh Dekan. Serta persyaratan legalisir yang sudah 2 tahun, ditulis di SOP minimal TS-1 pada saat legalisir harus mengisi dan menyertakan form tracer alumni, apabila baru lulus beberapa bulan tidak perlu mengisi.

[carousel_slide id=’2710′]