Telah terlaksana Pelantikan Pengurus KAMA (Keluarga Mahasiswa) FIK UMS Periode 2019, pada tanggal 15 Januari 2019 yang bertempat di Auditorium Mohammad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta. Acara yang betemakan “Aktualisasi Potensi Profesionalitas untuk Revolusi KAMA FIK yang Berkualitas dan Berkemajuan”, dari tema tersebut mendapat dukungan penuh atas terlaksananya pelantikan dari Ibu Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan yaitu, Ibu Dr. Mutalazimah, M.Kes yang menghadiri secara langsung kegiatan tersebut.

Acara tersebut dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan 1, Wakil Dekan 3, Kepala Prodi Gizi, Kepala Prodi Keperawatan, Kepala Prodi Fisioterapi, Kepala Prodi Kesehatan Masyarakat dan Kepala TU. Tak lupa Ormawa yang akan dilantik yakni, DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), HMP (Himpunan Mahasiswa Program studi) dari Fisioterapi, Gizi, Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ibnu Sina dan UPPM (Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat).
Ibu Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, menyampaikan beberapa point penting atas terlaksananya acara ini. Mereka yang telah terlatih berorganisasi memiliki sifat kompeten, dimana dapat mengetahui cara berinteraksi dengan orang lain secara baik. Selain sifat kompeten yang dimiliki, diharapkan juga berkomitmen dalam menjalankan tugas dan amanahnya. Dan juga tak luput dari team work, yaitu tidak bisa berdiri sendiri dan membutuhkan dukungan dan kerja sama orang lain.
BEM FIK juga mengusung tema untuk KAMA FIK, yakni “FIK Bersatu” dengan semboyan “Bersatu Dalam Sinergi”. Dimana dalam semboyan tersebut dapat diartikan agar warga KAMA FIK saling membantu satu sama lain dengan saling mendukung. Ketika satu sakit maka semua sakit, ketika satu bahagia maka semua bahagia. Tanpa ada kesenjangan dan kecemburuan antara satu ormawa dengan ormawa lainnya karena kita satu keluarga, keluarga mahasiswa FIK UMS.
Diharapkan atas terlaksananya kegiatan ini, dapat bergerak bersama mewujudkan Visi dan Misi BEM yang bermuara pada Visi dan Misi FIK UMS serta menjadikan perbedaan sebagai dinamika kehidupan.