Kajian Ramadhan FIK dengan Tema “Makna Ramadhan dalam Menempa Diri dan Institusi”

Falkultas Ilmu Kesehatan UMS mengadakan kegiatan Kajian Ramdadhan dengan tema “Makna Ramadhan dalam Menempa Diri dan Institusi”. Kajian ini diadakan pada hari Sabtu, 18 Mei 2019  Pukul 10.00 Wib di Ruang RK.3. Sebanyak 90an peserta menghadiri kajian ini diantaranya jajaran Dekanat yang dipimpin Dekan FIK Dr. Mutalazimah, S.KM., M.Kes. , para tendik, dosen hingga karyawan cleaning service. Turut diundang pula Rektor UMS DR. H. Sofyan Anif, M. Si selaku pembicara utama dalam kajian ini.

Kajian diawali pembacaan ayat suci Al Qur’an dan dilanjutkan sambutan pembukaan oleh Dekan FIK. Dalam sambutannya Dekan FIK memaparkan perlunya inisiasi penguatan fakultas agar dapat terjadi peningkatan kapasitas Internasional dalam pecapaian Rangking Dunia untuk Fakultas Ilmu Kesehatan.

DR. H. Sofyan Anif, M. Si sebagai pembicara utama menjelaskan tentang makna Ramadhan dengan kaitannya terhadap instutisi dan peningkatan jatidiri yaitu Bulan Ramadhan sebagai Syahrur Ni’mah dan Syahrur Tarbiyah. Karakter seseorang paling efektif dibangun di bulan Ramadhan dengan tujuan menjadi orang yang bertaqwa yakni Ikhlas terhadap segala nikmat yang Allah telah berikan.

DR. H. Sofyan Anif, M. Si juga menjelaskan Ramadhan sebagai momentum perubahan praksis yang memiliki beberapa Aspek yaitu:

  1. Harus menyakini ideologi
  2. Harus sesuai antara lisan dan hati
  3. Harus menjadi amal soleh dalam bentuk perbuatan

Dari ketiga aspek tersebut amal soleh menjadi gawang dari semua aspek tersebut. Sehingga kedepannya tidak hanya pejabat dan dosen pembimbing AIK(Al Islam dan Kemuhammadiyahan) yang harus mengimplementasikan wacana keislaman di lingkungan UMS. Namun seluruh civitas akademik di UMS termasuk mahasiswa harus memiliki ideologi berkemuhammadiyahan dan dapat mengimplentasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Disela-sela penjelasannya tentang Ramadhan, DR. H. Sofyan Anif, M. Si juga menceritakan tentang pengalamannya sebagai Rektor yang diundang Pemerintah ke China. Dimana China sedang gencar-gencarnya menyebarkan ideologi komunis dengan cara pemberian dana besar-besaran. Sehingga universitas dan mahasiswa di Indonesia yang bekerja sama dan melakukan studi ke China harus mendapatkan kurikulum komunisme yang diselipkan dalam pembelajaran matakuliah di universitas China. Komunisme China bukan lagi sekedar hantu namun sudah nyata menghantui dan menggerogoti ideologi Islam dengan banyaknya kerjasama Pemerintah dengan China yang mempermudah pergerakan dan penyebaran di Indonesia.

[carousel_slide id=’2427′]