Fakultas Ilmu Kesehatan UMS Gelar Rapat Penyusunan Renstra 2025–2029

Surakarta – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan rapat penyusunan Rencana Strategis (Renstra) FIK 2025–2029 dari tanggal 19 – 20 september 2025 di Hotel Swiss Bellin Saripetojo. Kegiatan ini diikuti oleh Dekanat, Ketua Program Studi, Unit Penjaminan Mutu (UPM), Kepala Subbagian Tata Usaha, Kaur Akademik, Kaur Bendahara, serta supporting staff di lingkungan FIK UMS.

Acara dibuka oleh Zaki Surya selaku MC, dilanjutkan tilawah oleh Adib, kemudian arahan dari GPM, Dr. Fahrun Nur Rosyid, M.Kes. Pada sesi ini disampaikan capaian Renstra FIK 2021–2025, termasuk target yang sudah dan belum tercapai. Beberapa indikator kinerja utama yang dibahas di antaranya persentase kelulusan mahasiswa, jumlah dosen bergelar S3, mobilitas internasional mahasiswa, akreditasi laboratorium, hingga sertifikasi internasional program studi.

Dalam pemaparan, masing-masing program studi (S1 Keperawatan, S1 Fisioterapi, S1 Gizi, S1 Kesehatan Masyarakat, Profesi Ners, Profesi Fisioterapi, Dietisien, dan Magister Keperawatan) turut menyampaikan temuan serta tantangan yang dihadapi. Isu-isu yang muncul meliputi peningkatan rasio dosen, pemanfaatan SPADA, hasil evaluasi dosen oleh mahasiswa (EDOM), hingga keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan internasional.

Agenda berlanjut dengan arahan penyusunan analisis SWOT oleh Dr. Noor Alis Setiyadi, M.KM., Dr.PH, yang kemudian dilanjutkan pemaparan Renstra Universitas dan Focus Group Discussion (FGD) Renstra Fakultas dipandu oleh Dekan FIK, Ibu Dr. Umi Budi Rahayu, S.STFT., M.Kes. Dalam FGD, peserta dibagi menjadi empat komisi untuk membahas strategi, sasaran, serta indikator pencapaian.

Beberapa poin penting hasil sidang komisi antara lain:

  • Komisi 1 menekankan pentingnya dosen profesi memiliki Surat Izin Praktik (SIP) serta proyeksi pengembangan S2 Gizi dan Kesmas.

  • Komisi 2 membahas penguatan KEPK, kebutuhan ruang dosen tambahan, serta optimalisasi laboratorium sebagai income generating unit.

  • Komisi 3 menyoroti penguatan ikatan alumni, campus hiring, serta peningkatan prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional.

  • Komisi 4 menekankan peningkatan jumlah dosen S3, publikasi ilmiah, kolaborasi internasional, dan penguatan pusat studi.

Dekan FIK, Dr. Umi Budi Rahayu, menegaskan bahwa Renstra merupakan pedoman utama dalam mengarahkan program fakultas dan prodi, sekaligus selaras dengan Renstra Universitas. Ia juga menambahkan bahwa setiap kegiatan harus terintegrasi dan mendukung roadmap penelitian, pengabdian, serta pengembangan mutu akademik.

Rapat ditutup dengan rencana tindak lanjut berupa pembersihan dokumen Renstra, koordinasi lintas unit, serta persiapan rapat lanjutan bersama kaprodi, sekprodi, kalab, dan UJM yang akan digelar pada Selasa, 23 September 2025 di Lorin.

Dengan tersusunnya Renstra FIK 2025–2029, diharapkan FIK UMS semakin mampu menjawab tantangan zaman, meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian, serta memperluas jejaring internasional untuk mendukung visi universitas sebagai pusat unggulan ilmu kesehatan.