FIK UMS Terima Kunjungan LPK Shinka & Kenshokai Hamasaki Bahas Kerja Sama Penempatan Kerja di Jepang

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan lembaga pelatihan kerja (LPK) Shinka dan Kenshokai Hamasaki pada Selasa, 2 Desember 2025. Kunjungan ini bertujuan memperkuat peluang kerja sama terkait pelatihan, magang, dan penempatan kerja tenaga kesehatan Indonesia di Jepang.

Dekan FIK UMS, Dr. Umi Budi Rahayu, S.Fis.,Ftr.,M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan bahwa FIK UMS membuka peluang luas untuk membina kerja sama dengan Shinka maupun Kenshokai. Pihaknya menegaskan bahwa fakultas siap menyesuaikan kebutuhan program pembelajaran maupun penyiapan tenaga kerja sesuai permintaan industri Jepang. “FIK UMS memiliki potensi besar untuk mengirim lulusan ke Jepang. Kami siap memfasilitasi kebutuhan pelatihan dan pemberangkatan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Perwakilan Shinka, Habib, menjelaskan bahwa program kerja sama sebelumnya telah berhasil memberangkatkan sejumlah alumni UMS. Pada tahun lalu, tujuh alumni mengikuti program, dengan tiga di antaranya telah bekerja di Jepang. Ia memaparkan bahwa seluruh jurusan dapat mengikuti program, meskipun bidang kesehatan menjadi yang paling dominan. Proses pelatihan meliputi enam bulan pembelajaran efektif, diikuti tes, dan masa tunggu izin serta visa.

Sementara itu, perwakilan Kenshokai yang disampaikan oleh Ishikawa turut mendukung perluasan kolaborasi dengan FIK UMS. Dalam sesi diskusi yang dipimpin Wakil Dekan I, dibahas pula penempatan alumni yang saat ini banyak berada di wilayah Tokyo, Osaka, dan Hiroshima. Seluruh tenaga kerja ditempatkan di bawah koordinasi BP2MI, dengan kemampuan bahasa Jepang menjadi salah satu persyaratan utama.

Program penempatan kerja mencakup jalur G to G yang saat ini memiliki kuota sekitar 300 peserta, serta jalur non-G to G yang tidak memiliki batasan kuota. Shinka melaporkan tingkat kelulusan mencapai 14 persen. Para peserta yang telah diterima perusahaan juga mendapatkan program lanjutan sebelum pemberangkatan, termasuk pelatihan bahasa Jepang dari rumah sambil menerima kompensasi.

Dalam diskusi, FIK UMS dan perwakilan Shinka membahas pula rencana pelaksanaan kelas pengenalan bahasa Jepang, yang akan digelar dalam 10 kali tatap muka serta program kelas intensif pada periode Maret dan Agustus. Kebutuhan minimal peserta untuk pembukaan kelas ditetapkan sebanyak 15 mahasiswa. Biaya pelatihan dasar disediakan tanpa biaya, sementara program penuh dikenakan biaya Rp20.500.000.

Dekan FIK UMS menyampaikan bahwa peluang kerja sama akan semakin besar apabila minat mahasiswa meningkat. Oleh karena itu, pihak fakultas akan melakukan sosialisasi dan sounding program ke tingkat prodi dan mahasiswa, termasuk mahasiswa profesi ners setelah menyelesaikan UKOM dan Sumprof.

Sebagai tindak lanjut konkret, disepakati bahwa Shinka akan mengisi sesi sosialisasi pada kegiatan Pelepasan Wisuda FIK UMS pada 19 Desember mendatang di Auditorium Moh. Djazman. Selain itu, rekrutmen bagi mahasiswa Fisioterapi dijadwalkan berlangsung pada 22 Desember, diawali dengan sesi presentasi program.

Melalui kerja sama ini, FIK UMS berharap semakin banyak lulusan yang berkesempatan berkarier di Jepang, dengan kisaran pendapatan antara Rp20–30 juta per bulan serta peluang pengembangan status visa setelah tiga tahun masa kontrak kerja. Fakultas menegaskan komitmennya untuk mendukung kesiapan mahasiswa dalam memenuhi kualifikasi internasional, terutama melalui penguatan kompetensi bahasa Jepang dan kesiapan kerja global.